Google
 
<body> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=8697351&amp;blogName=Catatan+Dari+Hati&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.amriltgobel.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" height="30px" width="100%" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" id="navbar-iframe" frameborder="0"></iframe> <div id="space-for-ie"></div>

Tuesday, June 06, 2006

Wawancara saya bersama Hermawan Kartadjaya


Blog : Media Baru di "Dunia Baru"

NAMA Hermawan Kartajaya sudah tidak asing lagi sebagai seorang "Marketing Icon of Indonesia". Sosok Pendiri dan Presiden MarkPlus&Co, serta President World Marketing Association (WMA) tahun 2002-2003 ini, selain kondang sebagai pembicara/narasumber dipelbagai seminar dalam dan luar negeri, juga menulis sejumlah buku antara lain: "Repositioning Asia: From Buble to Sustainable Economy" (John Wiley&Son, 2000), "Rethinking Marketing; Sustainable Marketing Enterprise in Asia" (Prentice Hall, 2002)--keduanya ditulis bersama Prof. Philip Kotler, "Hermawan Kartajaya on Marketing (Gramedia Pustaka Utama, 2003)", "Marketing in Venus" (2003) dan lain-lain. Pada tahun 2003, pria yang menyelesaikan study Masternya di Stratchlyde University in Glasgow, England ini terpilih sebagai salah satu dari "50 gurus who have shaped the future of marketing" oleh CIM-UK. Dua wakil yang terpilih dari Asia adalah beliau dan Keniichi Ohmae.
Kini, Hermawan juga merambah
dunia blog. Melalui email, pria kelahiran Surabaya, 18 November 1947 ini, menjawab sejumlah pertanyaan dari redaksi bz! tentang fenomena serta peran blog dalam dunia marketing.

Berikut petikannya:

Bagaimana Tanggapan Bapak mengenai fenomena dan perkembangan Blog di
Indonesia saat ini ?


Seperti yang sering saya katakan dalam berbagai kesempatan, blog adalah sebuah
media baru di ‘dunia baru.’ Buat saya blog adalah satu dari sekian banyak alat
baru di ‘dunia baru’ yang memberikan kekuasaan untuk individual. Lewat blog,
individu dapat berprofesi sambilan sebagai jurnalis. Ia bebas mengeluarkan
pendapat, meluapkan emosi, atau bahkan sekedar menceritakan catatan hariannya.
Namun sayangnya di Indonesia masih banyak yang belum menyadari manfaat dari
blog. Banyak juga yang masih bingung apa bedanya blog dengan online forum, atau
bahkan website. Selain itu kalau saya lihat bloggers di Indonesia masih sebatas
perorangan belum sampai ke perusahaan. Padahal di US, corporate blog sudah
banyak bermunculan. Bahkan ada satu perusahaan yang membuat blog sebagai media
untuk curhat-curhatan karyawannya. Dalam hal ini, blog juga dapat digunakan
sebagai media untuk internal marketing.

Apakah menurut Bapak, Blog dapat dimanfaatkan menjadi salah satubentuk kiat
pemasaran yang cukup strategisdi era globalisasi dan digital saat ini ?. Mohon
dijelaskan


Dunia sekarang ini terus mengalami pembaharuan. Kita hidup di dunia yang (terus)
baru. Dunia seperti apa? Dunia venus. Di venus ini, alat promosi yang bersifat
top-down, one-way dan massal menjadi kurang efektif lagi, dan komunikasi yang
bersifat horizontal dari mulut ke mulut yang bersifat peer-to-peer,
human-to-human, interaktif, kolegial, dan dialog one-to-one justru yang paling
efektif.
Dalam buku Marketing in Venus, saya katakan bahwa ada dua hal yang
menyebabkannya. Pertama, adanya ads clutter atau banjir iklan sudah demikian
membingungkan pelanggan. Kedua, pelanggan mulai menemukan alat dan medium yang
pas dan natural untuk berbagi informasi atau berbincang-bincang. Medium itu
adalah internet melalui email, chatting, SMS, mailing list, blog dan sebagainya.
Pelanggan dapat meminta nasehat dan mendapatkan masukan dari teman-temannya dari
manapun di seluruh dunia mengenai informasi produk yang akan dibeli atau apakah
seharusnya mereka membeli suatu merek tertentu atau tidak dengan mudah. Oleh
karena itu, komunikasi word of mouth ini menjadi tumbuh subur dan menjadi alat
promosi yang ampuh. Makanya saya selalu mengatakan bahwa personal conversation
is the winning formula untuk komunikasi pemasaran di dunia interaktif seperti
sekarang. Perbincangan pribadi atau komunikasi horizontal pada tingkat yang
setara (peer level) dan dua arah sangatlah efektif ketimbang komunikasi vertikal
yang top-down, hirarkis, dan satu arah.

Selain itu saya melihat blog sebagai suatu media untuk menangkap
anxiety dan
desire
dari si konsumen. Asia Wall Street Journal dalam sebuah artikelnya
beberapa bulan lalu pernah menguak sebuah cerita bagaimana perusahaan-perusahaan
di US melakukan riset customer insight dari blog postings yang memang mengandung
kegelisahan dari konsumen.


Mungkin Bapak sudah mendengar istilah mengenai Chief Blogging
Officer
. Apakah menurut Bapak jabatan CBO cukup aplikatif diterapkan di dunia usaha Indonesia sekarang ini, khususnya sebagai ujung tombak marketing ?


CBO menurut saya adalah istilah lain untuk Chief Corporate Communication atau
Corporate Secretary di dunia venus. Maksudnya di dunia seperti sekarang,
nge-blog harus menjadi responsibility dari seorang CCC atau Corp-Sec.

Jika menurut Bapak cukup aplikatif, apa tantangan terbesar yang bakal
dihadapi sang CBO dan bagaimana menyiasatinya ?


Tantangan besarnya saya rasa adalah bagaimana menggunakan peluang untuk
melakukan dialog interaktif secara continuous dengan blog visitor.

Bisa Bapak jelaskan latar belakang/motivasi Bapak membuat blog
serta apa harapan Bapak dengan kehadiran blog ini ?


Pada dasarnya blog saya lebih untuk jurnal pribadi saya di mana saya betul-betul
buka-bukaan tentang kegiatan saya sehari-hari. Yang ’menyetani’ saya untuk bikin
blog sebenarnya adalah orang-orang di kantor. Pertamanya saya ogah-ogahan karena
nggak begitu ngerti tentang dunia blogosphere. Sampai akhirnya asisten saya
menjelaskan apa untungnya ngeblog. Dan kebetulan dia sendiri menawarkan dirinya
untuk jadi CBO saya. hehehe

Apa saran-saran Bapak untuk "memberdayakan" komunitas blogger Indonesia
(seperti
blogfam) pada dunia yang kian "ceper"
(flat) akibat merebaknya secara luas pengaruh teknologi digital dan internet
dewasa ini ?


Saya rasa edukasi publik di Indonesia tentang apa itu blog harus terus
dijalankan. seperti yang saya bilang tadi, masih banyak orang yang nggak tahu
apa bedanya blog dengan forum dan website. Mudah-mudahan blogfam dapat mengambil
peranannya dalam hal itu.

Bisa Bapak ceritakan jika ada pengalaman/romantika menarik setelah membuka
blog sendiri ?


Banyak sekali ya. Bisa kenal dengan
Tiara Lestari, Enda Nasution, dan
sebagainya. Sampai-sampai curhat-curhatan kalau lagi kesel. Waktu itu saya juga
pernah didatangi oleh PR manager dari satu perusahaan di Indonesia yang
’menghimbau’ saya jangan mengkritik perusahaan itu di blog saya. hehehehe.....


Catatan: