Google
 
<body> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=8697351&amp;blogName=Catatan+Dari+Hati&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.amriltgobel.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" height="30px" width="100%" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" id="navbar-iframe" frameborder="0"></iframe> <div id="space-for-ie"></div>

Wednesday, June 07, 2006

KONTEMPLASI VIRTUAL ALA TINE

Photobucket - Video and Image Hosting

Judul : Blog Tinneke Carmen
Penulis : Albertina S Calemens
Penerbit : Gradien Books – Yogyakarta
Tahun : 2006, Cetakan -1
Tebal : 246 Halaman
Harga : Rp 30,000,-


“Dihadapan TUHAN, kata-kataku menari”

Demikian tulis Tine, atau Albertine S Calemens disapa, dihalaman awal buku yang diangkat dari
jurnal hariannya di Internet (blog) ini. Dan memang, saya menangkap “tarian kata-kata” Tine mengalir indah, lancar dan renyah ketika membuka kemudian membaca lembar demi lembar halaman buku yang baru saja terbit awal bulan lalu itu. Tak salah jika, Mike-Indonesian Idol secara atraktif mengungkapkan kekaguman lewat komentarnya di bagian belakang buku ini,” Ceritanya ekspresif, sensitif, sentimental. Topiknya ringan, tapi tetap ada pesan buat kita untuk lebih Mengerti, Mensyukuri”.

Setelah buku
blog kambing jantan karya Raditya Dika dibukukan oleh Gagas Media tahun silam, buku blog Tine yang diterbitkan bersamaan dengan buku blog Dewi oleh Penerbit Gradien-Yogyakarta, semakin memperkaya khasanah blog yang dibukukan. Harus diakui, keberanian membukukan blog dari Penerbit Gradien patut diacungi jempol, terlebih ketika sejumlah tanggapan minor yang muncul dan menyebutkan bahwa sangat susah memasarkan buku blog. Saya yakin pertimbangan sang penerbit untuk membukukan blog Tine tidak semata berdasarkan alasan komersial belaka namun lebih dari itu, ungkapan perasaan Tine--yang kini menjadi editor content di www.liputan6.com-- melalui untaian kalimat-kalimat yang terjalin rapi dan memukau sudah seyogyanya “dibagi” kepada para pembaca terutama bagi yang tidak dapat membuka blog Tine melalui internet. Kontemplasi Virtual Tine yang dituangkan melalui blognya dan kemudian dibukukan ini, tak pelak, menjadi referensi dan refleksi kehidupan yang sangat berharga untuk para pembacanya dan tidak sekedar hanya membaca curhat keseharian seorang Tine. Ada sejumlah nilai-nilai universal yang “ditiupkan” melalui tulisan-tulisan ringkas tapi bernas ini.

Lihatlah, bagaimana Tine dengan kalimat puitis membuka paragraf awal di posting “Bantal Beraroma Matahari” (halaman 148) : “Bau tanah basah di bawah jendela menusuk hidungku. Cahaya matahari menembus gorden kasa murah yang langsung menumbuk bantal. Bau matahari masih melekat di bantal dan guling. Aku belum mau bangun. Aku ingin lebih lama di tempat tidur besi yang warna cat di ukirannya sudah pudar. Tidak ada jadwal kerja. Tidak perlu buru-buru ke kamar mandi. Tak harus memikirkan sarapan. Tergesa-gesa membaca koran dan menyetel radio untuk memantau kejadian di dalam dan luar negeri”. Juga di tulisan Tine di “Pagi Manis” (halaman 135), “Pagi begitu manis. Sinar matahari hangat. Cahayanya membuat warna hijau daun begitu cerah. Air menetes pelan-pelan dari puncak tanaman turun ke ranting, daun, bunga, batang, dan meluncur ke tanah. Tanah yang tersiram air seperti brownies dengan bau yang beda. Bau tanah kental. Pagi manis-manis selalu mengingatkan aku pada Mama. Mungkin tidak ada orang yang tahu bahwa aku kecil senang memperhatikan Mama menyambut pagi. Begitu lembut, bersih, basah, hijau, dan sederhana”.

Tine, dengan jenaka, juga menceritakan musibah kecelakaan yang dialami sang abang dan kebetulan melibatkan seorang perwira menengah yang arogan dalam “Beking” (halaman 174) dan ketika Tine dihinggapi rasa kangen pada Handphone-nya dalam “Kangen” (halaman 172). Tidak hanya itu, sebagai seorang tante, Tine juga mengisahkan sejumlah pengalaman lucunya ketika mengasuh keponakan-keponakan kesayangannya dalam “Meniru Moses” (halaman 29), “Piyama” (halaman 133), “Bonty” (halaman 45) dan “Nera Hilang” (halaman 98). Juga, Tine menulis sejumlah puisi yang cukup menarik dalam buku ini seperti “Hanya Debulah aku”(halaman 103) dan “Lima Huruf” (halaman 216).

Tine juga berhasil memikat pembacanya melalui tulisannya “Aku dan Ayah” (halaman 68). “Aku tidak pernah berani berbuat aneh-aneh. Sebab, ayah seperti punya mata dan telinga. Tiba-tiba saja dia akan bertanya tentang apa yang sedang aku sembunyikan. Ini terjadi berulang kali. Ayah jugalah yang sejak kecil mengarahkan aku untuk menjadi wartawan. Dia tidak pernah bosan menjawab pertanyaanku. Dia adalah teman diskusi pertamaku. Bahkan ketika kecil aku tidak bisa tidur tanpa mengusap-usap leher ayahku. Aku bahkan meminta ayah agar tidak mencukur licin bulu di lehernya. Ini tidak mungkin aku lakukan pada ibu. Begitu menyentuh lehernya, plak, tanganku langsung ditepok”, demikian mantan wartawan Media Indonesia ini menulis. Nuansa kontemplatif dan religius yang begitu kental juga diungkapkan oleh perempuan yang mengaku obat stressnya dikala suntuk adalah menyampul buku ini. Terbaca dari tulisannya “Lingkaran Kasihan” (halaman 115), “Jenderal Tanpa Ekspresi” (halaman 61) dan “Email untuk Tuhan” (halaman 53) dan “Putri Masako” (halaman 34).

Buku blog Tine yang oleh penerbitnya diberi label khusus “E-Life Series” dibagian atas kiri sampulnya ini nampaknya menjadi gebrakan monumental bagi Penerbit Gradien untuk menerbitkan buku serial-serial serupa dimasa yang akan datang. Saya percaya, terlepas dari unsur komersial, buku blog Tine, Dewi dan buku blog yang diterbitkan berikutnya akan memberi pencerahan bagi para pembacanya. Seperti ungkap Tine memberi arti bagi blognya dalam pengantar buku ini : “ibarat susu cokelat hangat untuk mengisi hari”. Selamat dan sukses untuk Tine!.


Catatan:
Resensi Buku ini juga dimuat di Majalah Online Blogfam Edisi Juni 2006

Labels:

Tuesday, June 06, 2006

Wawancara saya bersama Hermawan Kartadjaya


Blog : Media Baru di "Dunia Baru"

NAMA Hermawan Kartajaya sudah tidak asing lagi sebagai seorang "Marketing Icon of Indonesia". Sosok Pendiri dan Presiden MarkPlus&Co, serta President World Marketing Association (WMA) tahun 2002-2003 ini, selain kondang sebagai pembicara/narasumber dipelbagai seminar dalam dan luar negeri, juga menulis sejumlah buku antara lain: "Repositioning Asia: From Buble to Sustainable Economy" (John Wiley&Son, 2000), "Rethinking Marketing; Sustainable Marketing Enterprise in Asia" (Prentice Hall, 2002)--keduanya ditulis bersama Prof. Philip Kotler, "Hermawan Kartajaya on Marketing (Gramedia Pustaka Utama, 2003)", "Marketing in Venus" (2003) dan lain-lain. Pada tahun 2003, pria yang menyelesaikan study Masternya di Stratchlyde University in Glasgow, England ini terpilih sebagai salah satu dari "50 gurus who have shaped the future of marketing" oleh CIM-UK. Dua wakil yang terpilih dari Asia adalah beliau dan Keniichi Ohmae.
Kini, Hermawan juga merambah
dunia blog. Melalui email, pria kelahiran Surabaya, 18 November 1947 ini, menjawab sejumlah pertanyaan dari redaksi bz! tentang fenomena serta peran blog dalam dunia marketing.

Berikut petikannya:

Bagaimana Tanggapan Bapak mengenai fenomena dan perkembangan Blog di
Indonesia saat ini ?


Seperti yang sering saya katakan dalam berbagai kesempatan, blog adalah sebuah
media baru di ‘dunia baru.’ Buat saya blog adalah satu dari sekian banyak alat
baru di ‘dunia baru’ yang memberikan kekuasaan untuk individual. Lewat blog,
individu dapat berprofesi sambilan sebagai jurnalis. Ia bebas mengeluarkan
pendapat, meluapkan emosi, atau bahkan sekedar menceritakan catatan hariannya.
Namun sayangnya di Indonesia masih banyak yang belum menyadari manfaat dari
blog. Banyak juga yang masih bingung apa bedanya blog dengan online forum, atau
bahkan website. Selain itu kalau saya lihat bloggers di Indonesia masih sebatas
perorangan belum sampai ke perusahaan. Padahal di US, corporate blog sudah
banyak bermunculan. Bahkan ada satu perusahaan yang membuat blog sebagai media
untuk curhat-curhatan karyawannya. Dalam hal ini, blog juga dapat digunakan
sebagai media untuk internal marketing.

Apakah menurut Bapak, Blog dapat dimanfaatkan menjadi salah satubentuk kiat
pemasaran yang cukup strategisdi era globalisasi dan digital saat ini ?. Mohon
dijelaskan


Dunia sekarang ini terus mengalami pembaharuan. Kita hidup di dunia yang (terus)
baru. Dunia seperti apa? Dunia venus. Di venus ini, alat promosi yang bersifat
top-down, one-way dan massal menjadi kurang efektif lagi, dan komunikasi yang
bersifat horizontal dari mulut ke mulut yang bersifat peer-to-peer,
human-to-human, interaktif, kolegial, dan dialog one-to-one justru yang paling
efektif.
Dalam buku Marketing in Venus, saya katakan bahwa ada dua hal yang
menyebabkannya. Pertama, adanya ads clutter atau banjir iklan sudah demikian
membingungkan pelanggan. Kedua, pelanggan mulai menemukan alat dan medium yang
pas dan natural untuk berbagi informasi atau berbincang-bincang. Medium itu
adalah internet melalui email, chatting, SMS, mailing list, blog dan sebagainya.
Pelanggan dapat meminta nasehat dan mendapatkan masukan dari teman-temannya dari
manapun di seluruh dunia mengenai informasi produk yang akan dibeli atau apakah
seharusnya mereka membeli suatu merek tertentu atau tidak dengan mudah. Oleh
karena itu, komunikasi word of mouth ini menjadi tumbuh subur dan menjadi alat
promosi yang ampuh. Makanya saya selalu mengatakan bahwa personal conversation
is the winning formula untuk komunikasi pemasaran di dunia interaktif seperti
sekarang. Perbincangan pribadi atau komunikasi horizontal pada tingkat yang
setara (peer level) dan dua arah sangatlah efektif ketimbang komunikasi vertikal
yang top-down, hirarkis, dan satu arah.

Selain itu saya melihat blog sebagai suatu media untuk menangkap
anxiety dan
desire
dari si konsumen. Asia Wall Street Journal dalam sebuah artikelnya
beberapa bulan lalu pernah menguak sebuah cerita bagaimana perusahaan-perusahaan
di US melakukan riset customer insight dari blog postings yang memang mengandung
kegelisahan dari konsumen.


Mungkin Bapak sudah mendengar istilah mengenai Chief Blogging
Officer
. Apakah menurut Bapak jabatan CBO cukup aplikatif diterapkan di dunia usaha Indonesia sekarang ini, khususnya sebagai ujung tombak marketing ?


CBO menurut saya adalah istilah lain untuk Chief Corporate Communication atau
Corporate Secretary di dunia venus. Maksudnya di dunia seperti sekarang,
nge-blog harus menjadi responsibility dari seorang CCC atau Corp-Sec.

Jika menurut Bapak cukup aplikatif, apa tantangan terbesar yang bakal
dihadapi sang CBO dan bagaimana menyiasatinya ?


Tantangan besarnya saya rasa adalah bagaimana menggunakan peluang untuk
melakukan dialog interaktif secara continuous dengan blog visitor.

Bisa Bapak jelaskan latar belakang/motivasi Bapak membuat blog
serta apa harapan Bapak dengan kehadiran blog ini ?


Pada dasarnya blog saya lebih untuk jurnal pribadi saya di mana saya betul-betul
buka-bukaan tentang kegiatan saya sehari-hari. Yang ’menyetani’ saya untuk bikin
blog sebenarnya adalah orang-orang di kantor. Pertamanya saya ogah-ogahan karena
nggak begitu ngerti tentang dunia blogosphere. Sampai akhirnya asisten saya
menjelaskan apa untungnya ngeblog. Dan kebetulan dia sendiri menawarkan dirinya
untuk jadi CBO saya. hehehe

Apa saran-saran Bapak untuk "memberdayakan" komunitas blogger Indonesia
(seperti
blogfam) pada dunia yang kian "ceper"
(flat) akibat merebaknya secara luas pengaruh teknologi digital dan internet
dewasa ini ?


Saya rasa edukasi publik di Indonesia tentang apa itu blog harus terus
dijalankan. seperti yang saya bilang tadi, masih banyak orang yang nggak tahu
apa bedanya blog dengan forum dan website. Mudah-mudahan blogfam dapat mengambil
peranannya dalam hal itu.

Bisa Bapak ceritakan jika ada pengalaman/romantika menarik setelah membuka
blog sendiri ?


Banyak sekali ya. Bisa kenal dengan
Tiara Lestari, Enda Nasution, dan
sebagainya. Sampai-sampai curhat-curhatan kalau lagi kesel. Waktu itu saya juga
pernah didatangi oleh PR manager dari satu perusahaan di Indonesia yang
’menghimbau’ saya jangan mengkritik perusahaan itu di blog saya. hehehehe.....


Catatan: