BLOG DAN KEAJAIBAN YANG MENYERTAINYA
“Buatlah Blog dan Rasakan Keajaibannya”
Kalimat diatas adalah tulisan kawan saya, Tomi Lebang dalam suatu kesempatan chatting bersamanya lewat fasilitas YahooMessenger sekitar 4 tahun silam. Ketika itu, Tomi—demikian saya sering memanggil mantan wartawan Majalah TEMPO tersebut dan ketika itu sedang menempuh pendidikan di London—memberikan sejumlah panduan membuat blog sederhana kepada saya yang masih lugu soal per-“blog”-an melalui obrolan intens kami via chatting. Pada Tomi saya mengungkapkan ketidakpercayaan bahwa blog yang kelak akan saya buat tidak mempunyai efek apa-apa, paling sekedar menyalurkan nafsu “ke-narsis-an” belaka. Tomi hanya menjawab singkat, “Trust me, Bro. Trust me!”. Tulisan di monitor computer itu saya pandangi lama dan membangkitkan gairah saya untuk mencobanya.
Dan demikianlah. Awal tahun 2003, blog saya yang pertama lahir, beralamat di www.muhrizkyauliagobel.blogspot.com. Blog itu mengangkat potret dan catatan kehidupan dari anak pertama saya, Muhammad Rizky Aulia Gobel, sejak ia lahir 25 November 2002 yang saya tulis dalam “kacamata” Rizky. Setelah berjalan kurang lebih 3 bulan, saya tiba-tiba menemukan keasyikan tersendiri mengisi blog. Dengan fasilitas interaktif (dan tentu gratisan) yang dimiliki, saya seperti menemukan sarana ekspresi yang merepresentasikan tidak hanya keceriaan anak saya menjalani hari demi hari serta detik demi detik kehidupannya tetapi sekaligus menjadi sarana dokumentasi virtual yang efektif dan dapat dibuka darimana saja diseluruh penghujung dunia sepanjang terdapat jaringan internet. Tak ayal, ayah dan ibu saya di Makassar secara periodik bisa mengikuti polah lucu serta perkembangan sang cucu tercinta di Cikarang cukup dengan membuka blog Rizky.
Bagi saya ini sebuah keajaiban besar dan luar biasa. Itu saja ?. Nanti dulu. Keajaiban itu ternyata terus berlanjut. Agar dapat berinteraksi dengan blogger-blogger Indonesia lainnya, sayapun bergabung di komunitas blogfam (www.blogfam.com), sebuah komunitas blogger terbesar di Indonesia yang hingga akhir Januari 2007, anggotanya sudah mencapai 2800 orang dan jumlahnya terus bertambah sampai sekarang. Ternyata, bergabung dikomunitas ini menjadi gerbang menuju “keajaiban” lainnya. Saya mendapat begitu banyak teman sehobi dan saling bertukar pikiran satu sama lain tentang apa saja, yang tidak sebatas bagaimana cara meng-“oprek” blog menjadi lebih memikat pengunjung.
Harus diakui, blog sebagai salah satu bagian budaya digital memberi pengaruh besar bagi perkembangan dunia informasi dewasa ini. Merebaknya layanan blog gratis yang ditawarkan seperti dari blogger.com, blogdrive.com, blogsome.com, dan lain-lain, memberi peluang tumbuh kembang blog secara spektakuler. Ditambah lagi semakin melaju pesatnya teknologi digital terbaru serta kemudahan dan kecepatan akses internet misal melalui area hot-spot memungkinkan seseorang dapat seketika melakukan update terbaru di blog masing-masing.
Di awal tahun 2004, saya membuat blog lain di www.amriltgobel.net (sebelumnya berada di www.untaiancerpen-amriltgobel.blogspot.com). Isinya antara lain dokumentasi sejumlah karya penulisan saya seperti Puisi, Cerpen, artikel, dll. Saya pernah mengalami trauma yang cukup hebat, terutama ketika sebagian besar arsip tulisan saya, hanyut dibawa banjir tatkala saya masih kost didaerah Cawang tahun 1999. Batin saya tersayat ketika pulang ke tempat kost, arsip-arsip tulisan saya sudah tak ada bekasnya lagi, Sejak itu saya bertekad untuk mencari sarana dokumentasi yang baik, aman dan tentu saja gratis untuk seluruh karya-karya tulisan saya. Yang terlintas dibenak saya pertama kali, sarana itu adalah Blog!.
Maka “perburuan”pun dimulai. Saya mulai mencoba “mengais-ngais” kembali karya-karya penulisan saya yang hanyut kena banjir, antara lain, meminta salinan pada kawan-kawan yang kebetulan bekerja di media cetak yang pernah memuat karya saya di Makassar atau langsung mendatangi kantor media cetak di Jakarta yang pernah memuat karya saya lantas meminta salinannya. Memang tidak semuanya, namun saya cukup puas karena hampir 80% naskah salinan karya saya terkumpul. Saya lalu mulai mengetik ulang tulisan-tulisan saya di computer dan meng-upload-nya diblog.

Momentum penting datang pada Bulan Februari 2006. Saya dihubungi via email oleh Mas Ang Tek Khun-Pengelola Penerbit Gradien Yogyakarta yang kebetulan juga anggota blogfam. Betapa kagetnya saya ketika ia menyatakan minat membukukan blog anak saya, Rizky. Ketika saya tanyakan alasannya, beliau menjawab : blog anak anda itu lucu, inspiratif dan sangat marketable. Semula saya menganggap Mas Khun—demikian saya memanggilnya—hanya main-main. Tapi beliau menyatakan keseriusannya. Setelah berdiskusi dengan istri, keesokan harinya, saya membalas email Mas Khun untuk menyatakan kesediaan.
Saya pun lalu pontang-panting menyiapkan naskah blog anak saya yang di-copy paste langsung dari blog. Satu bulan kemudian, kompilasi naskahnya jadi dan saya kirimkan ke kantor Mas Khun termasuk hard-copy dan CD-nya. Proses masih terus berlanjut melalui tahapan penyuntingan dan pembicaraan soal kontrak royalti. Blog anak saya yang semula direncanakan terbit pada September 2006, namun karena gempa yang menimpa Yogya bulan Mei 2006, akhirnya jadwal penerbitannya tertunda hingga terbit pada awal Januari 2007. Buku itu diberi judul “Warna Warni Hidupku – Solusi Virtual Memantau Perkembangan Anak Melalui Blog”.
Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa berkat aktifitas menulis, ngeblog dan pergaulan virtual saya, mimpi membuat buku akhirnya terwujud. Tidak hanya itu, ada berkah lain yang saya peroleh berkat ngeblog. Kawan saya, Yeri Hermanto dan istrinya Relitha (www.yeritha.blogspot.com) yang merupakan tim penulis skenario dari Sinemart Production House suatu hari menelepon saya dan menyatakan tertarik untuk mengangkat ide cerita cerpen saya menjadi sinetron PINTU HIDAYAH/MAHA KASIH setelah membacanya diblog saya. Saya terkejut bukan main. Ini sebuah bentuk keajaiban blog lagi!. Dua cerpen saya akhirnya di-“sinetronkan” masing-masing “Seorang Pelacur dan Supir Taksi” (ditayangkan di Pintu Hidayah RCTI, Minggu 6 November 2006) dan “Cinta Dalam Sepotong Kangkung” (ditayangkan di Maha Kasih-2 RCTI, Sabtu,tanggal 9 Desember 2006).
Kerjasama saya dengan bung Yeri dan istrinya terus berlanjut hingga kini. Saya telah membuat sinopsis/ide cerita yang diangkat menjadi naskah scenario untuk sinetron religi Islam di RCTI antara lain “Kisah Sedih si Gadis Badut “ (ditayangkan di Maha Kasih 2 RCTI, Sabtu,tanggal 13 Januari 2007) dan “Kisah Penyiar Radio dan Gadis Patah Hati (ditayangkan di Maha Kasih 2 RCTI Sabtu, tanggal 17 Maret 2007).
“Keajaiban” blog tidak lantas berhenti disitu. Salah satu blog saya (www.weekendjoke.blogspot.com) yang berisi kumpulan joke/humor yang merupakan kompilasi dari joke akhir minggu yang kerap saya posting di mailing list Teknik Mesin UNHAS dengan judul “Weekend Joke”ternyata “dilamar” pula untuk dijadikan buku oleh Gradien Book-Yogyakarta dan direncanakan bakal diluncurkan Awal Mei 2007 dengan judul “Humoria Negeri BBM (Bikin Bibir Manyun)”. Sungguh, saya sempat geleng-geleng kepala, betapa banyak hal tak terduga (dan menyenangkan) yang telah saya alami selama ngeblog.
Saya menyadari, di dunia yang makin tipis sekat-sekat geografisnya kini karena perkembangan internet dan teknologi digital yang melaju pesat, membuka peluang berinteraksi antar individu. Melalui blog,terlebih jika dilengkapi dengan fasilitas komentar serta link untuk akses ke topik yang terkait, membuat blog terasa lebih personal, kolegial dan non-formal bagi pembacanya. Implikasinya adalah kedekatan emosional akan terjalin antar sang penulis blog dan khalayak pembacanya.
Sejak situs blog anak saya diluncurkan, saya mendapat pengalaman batin yang berharga lewat "feed-back" dari para pembaca blog (yang sebagian besar diantaranya juga penulis di blog masing-masing). Tidak hanya kepuasan karena mereka mampir dan membaca isi blog anak saya, tetapi pada saat yang sama, saya memperoleh jaringan interaksi virtual dari kawan-kawan maya yang bisa jadi berada ratusan bahkan ribuan kilometer dari tempat saya berpijak. Beberapa diantara kawan-kawan maya yang kebetulan juga menulis blog untuk sang anak memberi nasihat serta berbagi pengalaman mendidik anak lewat email. Sebuah kolaborasi di dunia interaktif yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan ketika saya masih aktif menulis buku diary dulu. Itulah, bagi saya yang merupakan keajaiban terbesar yang saya alami selama ini.
Disebuah petang yang basah dan kuyup oleh hujan seharian, saya menulis sms ke kawan saya Tomi. Isinya singkat : “Tom, saya sudah menemukan keajaiban blog”. Tak lama berselang, jawaban dari Tomi—yang juga adalah penulis buku “Sari Pati Pidato Wapres RI H.M.Jusuf Kalla” (Gramedia,2006) itu—datang ke handphone saya. “Keajaiban lain masih akan terus datang. Tunggu saja”, begitu isi smsnya yang membuat bibir saya menyunggingkan senyum, lalu memandang selarik pelangi bertengger indah diawan.
Kalimat diatas adalah tulisan kawan saya, Tomi Lebang dalam suatu kesempatan chatting bersamanya lewat fasilitas YahooMessenger sekitar 4 tahun silam. Ketika itu, Tomi—demikian saya sering memanggil mantan wartawan Majalah TEMPO tersebut dan ketika itu sedang menempuh pendidikan di London—memberikan sejumlah panduan membuat blog sederhana kepada saya yang masih lugu soal per-“blog”-an melalui obrolan intens kami via chatting. Pada Tomi saya mengungkapkan ketidakpercayaan bahwa blog yang kelak akan saya buat tidak mempunyai efek apa-apa, paling sekedar menyalurkan nafsu “ke-narsis-an” belaka. Tomi hanya menjawab singkat, “Trust me, Bro. Trust me!”. Tulisan di monitor computer itu saya pandangi lama dan membangkitkan gairah saya untuk mencobanya.
Dan demikianlah. Awal tahun 2003, blog saya yang pertama lahir, beralamat di www.muhrizkyauliagobel.blogspot.com. Blog itu mengangkat potret dan catatan kehidupan dari anak pertama saya, Muhammad Rizky Aulia Gobel, sejak ia lahir 25 November 2002 yang saya tulis dalam “kacamata” Rizky. Setelah berjalan kurang lebih 3 bulan, saya tiba-tiba menemukan keasyikan tersendiri mengisi blog. Dengan fasilitas interaktif (dan tentu gratisan) yang dimiliki, saya seperti menemukan sarana ekspresi yang merepresentasikan tidak hanya keceriaan anak saya menjalani hari demi hari serta detik demi detik kehidupannya tetapi sekaligus menjadi sarana dokumentasi virtual yang efektif dan dapat dibuka darimana saja diseluruh penghujung dunia sepanjang terdapat jaringan internet. Tak ayal, ayah dan ibu saya di Makassar secara periodik bisa mengikuti polah lucu serta perkembangan sang cucu tercinta di Cikarang cukup dengan membuka blog Rizky.
Bagi saya ini sebuah keajaiban besar dan luar biasa. Itu saja ?. Nanti dulu. Keajaiban itu ternyata terus berlanjut. Agar dapat berinteraksi dengan blogger-blogger Indonesia lainnya, sayapun bergabung di komunitas blogfam (www.blogfam.com), sebuah komunitas blogger terbesar di Indonesia yang hingga akhir Januari 2007, anggotanya sudah mencapai 2800 orang dan jumlahnya terus bertambah sampai sekarang. Ternyata, bergabung dikomunitas ini menjadi gerbang menuju “keajaiban” lainnya. Saya mendapat begitu banyak teman sehobi dan saling bertukar pikiran satu sama lain tentang apa saja, yang tidak sebatas bagaimana cara meng-“oprek” blog menjadi lebih memikat pengunjung.
Harus diakui, blog sebagai salah satu bagian budaya digital memberi pengaruh besar bagi perkembangan dunia informasi dewasa ini. Merebaknya layanan blog gratis yang ditawarkan seperti dari blogger.com, blogdrive.com, blogsome.com, dan lain-lain, memberi peluang tumbuh kembang blog secara spektakuler. Ditambah lagi semakin melaju pesatnya teknologi digital terbaru serta kemudahan dan kecepatan akses internet misal melalui area hot-spot memungkinkan seseorang dapat seketika melakukan update terbaru di blog masing-masing.
Di awal tahun 2004, saya membuat blog lain di www.amriltgobel.net (sebelumnya berada di www.untaiancerpen-amriltgobel.blogspot.com). Isinya antara lain dokumentasi sejumlah karya penulisan saya seperti Puisi, Cerpen, artikel, dll. Saya pernah mengalami trauma yang cukup hebat, terutama ketika sebagian besar arsip tulisan saya, hanyut dibawa banjir tatkala saya masih kost didaerah Cawang tahun 1999. Batin saya tersayat ketika pulang ke tempat kost, arsip-arsip tulisan saya sudah tak ada bekasnya lagi, Sejak itu saya bertekad untuk mencari sarana dokumentasi yang baik, aman dan tentu saja gratis untuk seluruh karya-karya tulisan saya. Yang terlintas dibenak saya pertama kali, sarana itu adalah Blog!.
Maka “perburuan”pun dimulai. Saya mulai mencoba “mengais-ngais” kembali karya-karya penulisan saya yang hanyut kena banjir, antara lain, meminta salinan pada kawan-kawan yang kebetulan bekerja di media cetak yang pernah memuat karya saya di Makassar atau langsung mendatangi kantor media cetak di Jakarta yang pernah memuat karya saya lantas meminta salinannya. Memang tidak semuanya, namun saya cukup puas karena hampir 80% naskah salinan karya saya terkumpul. Saya lalu mulai mengetik ulang tulisan-tulisan saya di computer dan meng-upload-nya diblog.

Momentum penting datang pada Bulan Februari 2006. Saya dihubungi via email oleh Mas Ang Tek Khun-Pengelola Penerbit Gradien Yogyakarta yang kebetulan juga anggota blogfam. Betapa kagetnya saya ketika ia menyatakan minat membukukan blog anak saya, Rizky. Ketika saya tanyakan alasannya, beliau menjawab : blog anak anda itu lucu, inspiratif dan sangat marketable. Semula saya menganggap Mas Khun—demikian saya memanggilnya—hanya main-main. Tapi beliau menyatakan keseriusannya. Setelah berdiskusi dengan istri, keesokan harinya, saya membalas email Mas Khun untuk menyatakan kesediaan.
Saya pun lalu pontang-panting menyiapkan naskah blog anak saya yang di-copy paste langsung dari blog. Satu bulan kemudian, kompilasi naskahnya jadi dan saya kirimkan ke kantor Mas Khun termasuk hard-copy dan CD-nya. Proses masih terus berlanjut melalui tahapan penyuntingan dan pembicaraan soal kontrak royalti. Blog anak saya yang semula direncanakan terbit pada September 2006, namun karena gempa yang menimpa Yogya bulan Mei 2006, akhirnya jadwal penerbitannya tertunda hingga terbit pada awal Januari 2007. Buku itu diberi judul “Warna Warni Hidupku – Solusi Virtual Memantau Perkembangan Anak Melalui Blog”.
Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa berkat aktifitas menulis, ngeblog dan pergaulan virtual saya, mimpi membuat buku akhirnya terwujud. Tidak hanya itu, ada berkah lain yang saya peroleh berkat ngeblog. Kawan saya, Yeri Hermanto dan istrinya Relitha (www.yeritha.blogspot.com) yang merupakan tim penulis skenario dari Sinemart Production House suatu hari menelepon saya dan menyatakan tertarik untuk mengangkat ide cerita cerpen saya menjadi sinetron PINTU HIDAYAH/MAHA KASIH setelah membacanya diblog saya. Saya terkejut bukan main. Ini sebuah bentuk keajaiban blog lagi!. Dua cerpen saya akhirnya di-“sinetronkan” masing-masing “Seorang Pelacur dan Supir Taksi” (ditayangkan di Pintu Hidayah RCTI, Minggu 6 November 2006) dan “Cinta Dalam Sepotong Kangkung” (ditayangkan di Maha Kasih-2 RCTI, Sabtu,tanggal 9 Desember 2006).
Kerjasama saya dengan bung Yeri dan istrinya terus berlanjut hingga kini. Saya telah membuat sinopsis/ide cerita yang diangkat menjadi naskah scenario untuk sinetron religi Islam di RCTI antara lain “Kisah Sedih si Gadis Badut “ (ditayangkan di Maha Kasih 2 RCTI, Sabtu,tanggal 13 Januari 2007) dan “Kisah Penyiar Radio dan Gadis Patah Hati (ditayangkan di Maha Kasih 2 RCTI Sabtu, tanggal 17 Maret 2007).
“Keajaiban” blog tidak lantas berhenti disitu. Salah satu blog saya (www.weekendjoke.blogspot.com) yang berisi kumpulan joke/humor yang merupakan kompilasi dari joke akhir minggu yang kerap saya posting di mailing list Teknik Mesin UNHAS dengan judul “Weekend Joke”ternyata “dilamar” pula untuk dijadikan buku oleh Gradien Book-Yogyakarta dan direncanakan bakal diluncurkan Awal Mei 2007 dengan judul “Humoria Negeri BBM (Bikin Bibir Manyun)”. Sungguh, saya sempat geleng-geleng kepala, betapa banyak hal tak terduga (dan menyenangkan) yang telah saya alami selama ngeblog.
Saya menyadari, di dunia yang makin tipis sekat-sekat geografisnya kini karena perkembangan internet dan teknologi digital yang melaju pesat, membuka peluang berinteraksi antar individu. Melalui blog,terlebih jika dilengkapi dengan fasilitas komentar serta link untuk akses ke topik yang terkait, membuat blog terasa lebih personal, kolegial dan non-formal bagi pembacanya. Implikasinya adalah kedekatan emosional akan terjalin antar sang penulis blog dan khalayak pembacanya.
Sejak situs blog anak saya diluncurkan, saya mendapat pengalaman batin yang berharga lewat "feed-back" dari para pembaca blog (yang sebagian besar diantaranya juga penulis di blog masing-masing). Tidak hanya kepuasan karena mereka mampir dan membaca isi blog anak saya, tetapi pada saat yang sama, saya memperoleh jaringan interaksi virtual dari kawan-kawan maya yang bisa jadi berada ratusan bahkan ribuan kilometer dari tempat saya berpijak. Beberapa diantara kawan-kawan maya yang kebetulan juga menulis blog untuk sang anak memberi nasihat serta berbagi pengalaman mendidik anak lewat email. Sebuah kolaborasi di dunia interaktif yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan ketika saya masih aktif menulis buku diary dulu. Itulah, bagi saya yang merupakan keajaiban terbesar yang saya alami selama ini.
Disebuah petang yang basah dan kuyup oleh hujan seharian, saya menulis sms ke kawan saya Tomi. Isinya singkat : “Tom, saya sudah menemukan keajaiban blog”. Tak lama berselang, jawaban dari Tomi—yang juga adalah penulis buku “Sari Pati Pidato Wapres RI H.M.Jusuf Kalla” (Gramedia,2006) itu—datang ke handphone saya. “Keajaiban lain masih akan terus datang. Tunggu saja”, begitu isi smsnya yang membuat bibir saya menyunggingkan senyum, lalu memandang selarik pelangi bertengger indah diawan.
Labels: Kisahku







